Katryna, dan lain-lain

23/06/2023

KATRYNA

 

baru saja suara langkah pergi menjauhi pintu

menyisakan suara keletak kayu dan ibu yang setia

duduk merajut kecemasannya di depan tungku

 

di jalan kecil berliuk ia pacu langkahnya

bunga-bunga maut semakin bermekaran di udara

anak-anak memandangi jalanan yang kian sunyi

sebuah keranjang kecil bergoyang, menggantung

di lengan kanannya dikepaknya sebungkus kutia,

jus anggur, beberapa potong roti, catatan kecil,

serta sebuah glock model lama

 

setiba di Kalmius, tak ada lagi ketakutan di matanya

langit yang kian sasar memudarkan wajahnya

bunga-bunga maut berguguran di rambutnya

dengan tangan, perlahan ia membelah sungai

lalu terbawalah sekujur tubuhnya menjadi air,

meliuk di pinggul Kalmius, mengalir menuju muara

yang kekal ⸻ia menjadi sungai seutuhnya

 

Katryna, yang tiba setelahnya

mungkin kabar sederhana atau

nyanyian riang di malam Paskah

yang sempat terlupa beberapa waktu lalu

 

2023

 

 

TIGA BLOK DARI GEREJA

 

tiga blok dari gereja menuju utara

kau akan temukan rumah yang dibangun dari batu bara

jendelanya arang dan atapnya api menyala

saat ini waktu bagai selembar buku cerita

yang belum sempat kubaca, namun perang

dan kematian tiba-tiba berada di antaranya

 

Ivan berlari pulang, bajunya kotor kehitaman

tangannya mengkilap selicin tembaga

langkahnya menggetarkan sisa genangan hujan

⸻ sisa darah yang belum mengering

 

tiga blok dari gereja menuju utara

ia memunguti sisa pantulan wajah ibu yang pecah

berserakan, sepasang sepatu Anastasya yang belum

sempat diajarinya berdansa, sementara aku

kian dalam menggali kesunyian Donetsk

di antara riuh dentuman yang makin terdengar

 

2023

 

 

SURAT DARI DONBASS

 

siang ini api menelan langit Donbass

atap-atap kian pucat meninggalkan tetesan hujan

sementara kami yang sembunyi, menyatu dengan batu bara

lampu, beliung serta jeans jadi teman sekaligus senjata

ketika suara-suara itu mulai menebar maut ke dasar waktu

 

belum lama selepas Paskah kami masih menari,

menyantap hidangan lezat, memainkan musik

lalu mabuk dan seketika bercinta di ranjang empuk

bahkan masih kuingat bau anggur yang sumir

dan dinginnya puisi dari bibirmu

 

saat ini suara lonceng saling mengabarkan kematian

begitu singkat, katedral tak lagi bergema doa

yang gema tinggal suara dari rasa sakit dan penderitaan

“Razom nas bahato, nas ne podolaty!”

meski hanya sampai pada tembok

yang memantulkannya kembali tapi saat ini

Tuhan benar-benar tak ingin

mendengar nyanyian apa pun.

 

2022

 

 

DI ATAS KAKHOVKA

 

Masih pukul enam pagi

aku menunggumu di atas Kakhovka

gelombang kecil memantulkan dua buah langit di depanku

⸻aku yakin seperti matamu

tetapi kabut lebih ringkas menutupi segala yang tiba

seperti sebuah isyarat labu yang dibawa malam itu

 

Banyak yang terdengar dari sini, semacam bunyi

Dan suara-suara yang hilang dari sekian tahun pertemuan

lantas kuterjemahkan seperti ini:

Berdiri di depan pendeta, merapal mantra lalu berciuman

Pesta, anggur yang dingin, dan segala mimpi setelahnya

 

sebentar lagi

aku bercerita pada dinding waktu, pada gemuruh air

yang lebih deru dari mataku, pada udara yang lebih dingin

dari isi dadaku, pada bayanganmu yang tak kunjung kulihat

datang dari sisi manapun. aku akan hancur bersama Kakhovka,

memeluk seisi kota dan ingatan kita bersama semua hal

yang tidak akan pernah bisa kita pulihkan kembali

 

2022

 

 

DALAM BARA SVIATOHIRSK LAVRA

 

sepanjang jalan dekat Sviatohirsk Lavra

lembar-lembar waktu mulai terkelupas

dari dinding kota yang dilubangi peluru

para pendoa sesak di bawa kobaran api

doa-doanya berjatuhan di punggung Tuhan

 

dalam bara Sviatohirsk Lavra

beratus telur menetaskan maut

setelah lama diperam sumsum dan darah

⸻lelaki yang pergi membawa senjata,

jejak kendaraan lapis baja, tiang-tiang menara,

selebaran propaganda, juga Adolf

yang tiba-tiba hidup kembali.

 

lalu ke manakah Tuhan akan pulang

2023

 

JAJANG FAUZI, lahir di Ciamis tanggal 23 Desember 1995. Menulis Puisi, Cerpen dan Esai. Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoensia UNSIL. Tulisannya dimuat di beberapa media massa cetak dan daring, serta di beberapa antologi bersama di antaranya: Kicauisme (AMG, 2016), Peony dan Kisah-kisah Lainnya (Ganding Pustaka, 2016), Menanam Puisi (Langgam Pustaka, 2016), Yang Tersimpan Abadi (Langgam Pustaka, 2021).