Pesan Rahasia dan Puisi-Puisi Lainnya

10/03/2026

 

Pesan Rahasia 

Dalam temaram
sunyi ini kembali seperti semula:
membawa pesan rahasia
dari balik jendela

Tak bisa aku tolak
beberapa sajak
yang diciptakan malam 
dan angin basah

Aku pun tahu
bahwa ada yang berlalu 
dan di dunia ini
takdir tak pernah tentu

 

Puisi Kecil untuk Tuhan

Sampaikah pada-Mu tengadah ini?
Ketika air mata
menanggalkan beberapa patah kata 
di rumahku yang tua

Mungkin Kau mempunyai catatan harian 
tentang riwayatku di sana,
atau mungkin 
Kau tak memiliki apa-apa 
kecuali tanda tanya

 

Surat: H

Di gelanggang ini 
aku memeluk sunyi
lalu kusebut namamu
berulang kali

Setelah dini hari
langit seperti mati
taram temaram tak kembali 
sujudku hilang tak berarti

Lalu kutulis selembar surat
yang kutaruh di saung sepi
hingga kau tahu
betapa mulianya cinta ini

 

19 Januari

Sebelum angin mengubah cuaca 
ada yang tertinggal di ranting tua:
jejak burung gereja 
yang singgah saat senja
 
Begitu pun dengan matahari 
yang tak mampu
menutup hari dengan hati-hati
serta membuka rahasia tentang cinta
hingga malam kembali sunyi 
seperti sediakala

 

Di Kota Ini

Di kota ini
ada yang bersomnabulis
di antara awan
menuju ketiadaan

Rindu pun datang
mengecup kening, pipi, dan bibir;
aku pun sepi
kembali pada kesunyian ini

Namun yang tertinggal
sebelum akhirnya menghilang
dari kertas tua 
yang memuat namamu di sana

 

Ananda Bagus Wirahadi Kusuma, lahir di Bojonegoro-Jawa Timur pada tanggal 19 Januari 1998. Alumni di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Studi Agama-Agama. Pernah berproses di Teater Eska Yogyakarta.