
Pesan Rahasia
Dalam temaram
sunyi ini kembali seperti semula:
membawa pesan rahasia
dari balik jendela
Tak bisa aku tolak
beberapa sajak
yang diciptakan malam
dan angin basah
Aku pun tahu
bahwa ada yang berlalu
dan di dunia ini
takdir tak pernah tentu
Puisi Kecil untuk Tuhan
Sampaikah pada-Mu tengadah ini?
Ketika air mata
menanggalkan beberapa patah kata
di rumahku yang tua
Mungkin Kau mempunyai catatan harian
tentang riwayatku di sana,
atau mungkin
Kau tak memiliki apa-apa
kecuali tanda tanya
Surat: H
Di gelanggang ini
aku memeluk sunyi
lalu kusebut namamu
berulang kali
Setelah dini hari
langit seperti mati
taram temaram tak kembali
sujudku hilang tak berarti
Lalu kutulis selembar surat
yang kutaruh di saung sepi
hingga kau tahu
betapa mulianya cinta ini
19 Januari
Sebelum angin mengubah cuaca
ada yang tertinggal di ranting tua:
jejak burung gereja
yang singgah saat senja
Begitu pun dengan matahari
yang tak mampu
menutup hari dengan hati-hati
serta membuka rahasia tentang cinta
hingga malam kembali sunyi
seperti sediakala
Di Kota Ini
Di kota ini
ada yang bersomnabulis
di antara awan
menuju ketiadaan
Rindu pun datang
mengecup kening, pipi, dan bibir;
aku pun sepi
kembali pada kesunyian ini
Namun yang tertinggal
sebelum akhirnya menghilang
dari kertas tua
yang memuat namamu di sana
Ananda Bagus Wirahadi Kusuma, lahir di Bojonegoro-Jawa Timur pada tanggal 19 Januari 1998. Alumni di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Studi Agama-Agama. Pernah berproses di Teater Eska Yogyakarta.




