Margarete dan Puisi-Puisi Lainnya

27/03/2026

 

Margarete

1
apakah hanya Margarete yang 
menyedihkan
gadis kecil tersenyum di hadapannya
madeleine itu sungguh tak berguna

orang-orang merayakan kehidupan
apa pun yang kau suka
suara jangkrik atau sinar bulan
mereka lupakan perjanjian kelahiran

2
dipunggungnya kini
dituliskan sebuah kisah
sisa-sisa yang tak bisa diperbaiki
bereuforia aroma remajanya
tanpa perhitungan

seperti diceritakan seorang pemimpi
yang menyimpan mimpi-mimpinya
Tuhan, Tuhan, ia memanggil
di manakah Engkau
aku bicara tentang kebebasan
keberanian kanak-kanak memesona
aku bertanya pada ibuku
mengapa ia selalu ceritakan kisah yang sedih

3
(orang asing kini menyeringai 
dalam cermin)
apakah Tuhan sungguh turun
dari taman firdaus

ibunya berdoa di katedral tercinta
Margarete melihat Tuhan
tersenyum dalam kepalanya
nama-nama pengampunan
nama-nama keadilan
apa yang lebih dari itu
apa yang tidak karena itu

Margarete menangis lama
suara-suara kecil mengganggunya
penderitaan berjalan pelan
kematian mengintip lebih perlahan lagi
dalam kamarnya yang sempit
jiwanya sungguh nestapa 
mengingat Faust yang malang
atau siapa pun yang menderita!

2026

 

Pengakuan

ia pura-pura tidak mendengar
pengakuan yang jarang itu
dosa-dosa dimaklumkan
orang-orang terus melarikan diri
apakah mereka yang menjadi rumput itu
sedang membayar penderitaan

2025

 

Harapan

ingatanku tentang jalan-jalan
ladang rumput dan wedelia
pohon ara yang batang-batangnya 
tua
kenapa burung elang terbang 
lebih rendah
apa mungkin langit terlalu penuh
oleh harapan orang yang mati

2025

 

Tanah Purba

sebelum tanah purba dilemparkan
Kun, menjadilah
lahir perumpamaan-perumpamaan 
dongengan Pendeta Solon
direncanakan oleh penjaga
melalui tangan peramal
gunung dan laut
betapa takzim, tanah pemukim

sabda si Plato, awal mulanya
sejarah adiluhung dan rempah
teka-teki arkais
isyarat atau angin pertanda
sebelum bahasa dituliskan
sebelum kitab diperkenalkan
sebelum orang serakah tersesat buruk 
dengan pemikiran 
maha pemurah adalah niscaya
negeri utopia tercinta
penuh cahaya magis, konon
patah hati dengan mengerikan

2023-2025

 

Ruang Makan

suatu hari, kau melihat ibumu menyiapkan ruang 
makan besar
dia membuat lubang pada sudut-sudutnya
bagimu itu sebuah konspirasi

hidup yang berpura-pura sibuk
ribut menyenangkan orang lain
sibuk ziarah pada makam orang lain
sambil terus berkata bukan apa-apa
sambil menahan rasa tidak apa-apa

di dalam lubang itu ada seorang laki-laki tua bicara 
pada anjingnya
ibu bertanya pada kucingmu
menurutmu apa mereka terlihat romantis?

2024


Dimarifa Dy, seorang biasa yang menyukai puisi dan buku, lahir 12 Juni. Tumbuh besar di Lubuklinggau, Sumsel. Karyanya pernah dimuat di koran dan memenangi beberapa perlombaan.