.jpg)
Pertemuan: H
Kekosongan membelenggu:
derai cemara di taman itu
dan gerimis di malam ini
menjadi satu dalam lingkar waktu
yang tak pernah kita mengerti
Sedang angin yang membekukan jam dinding
membuat beranda kecil ini terabaikan begitu saja.
Di keheningan waktu
banyak yang tak pernah kita ketahui,
banyak pula rahasia yang disembunyikan cuaca
yang membuat kita bertanya-tanya tentang pertemuan ini
Catatan untuk Usia 27
Ada yang mengusik malam ini
diam-diam menelanjangi tubuhku
yang terkulai dan letih
sebelum pada akhirnya lenyap di depan cermin
Ada yang hilang:
riwayat hidupku
dan sepatah kata yang melekat
di relung hati
Jejak langkah yang menjelma nocturno
menjadikannya kelabu
di antara segala warna bayanganku sendiri
Epilog: H
Rumah sepi:
jendela rusak,
dinding retak,
dan cuaca memberat ke arah sepia
Tak ada yang ingin berdiri di depan cermin,
mengetuk-ngetuk meja
ataupun menyanyikan lagu balada
sebab hanya ada satu lampu temaram
di atas buku tua
yang ditinggalkan pemiliknya;
Aku hanya memandang semuanya dengan tatapan kosong
Melankolia Memories
Dari kiri ke kanan
perputaran waktu semakin berat;
epilog malam pun pergi tanpa musabab
Di ruangan kecil ini
dingin masih bersonambulis
dan catatan itu sekarang terbakar;
suara burung di luar sana
pelan-pelan lenyap seperti semula
Yang tertinggal hanya doa;
dendam sunyi yang bersembunyi di balik waktu
dan aku tersenyum sambil membuka buku
Sunyi
Sunyi:
angin yang berbagi dingin,
batu berlumut di persimpangan sungai,
waktu yang berhenti setelah subuh berkumandang
Di tengah lorong yang panjang
upacara kelampauan sedang dikenang
dan satu cinta di kening
bersembunyi di dasar keheningan,
lalu cahaya pagi
memekarkan daun layu setelah hujan
Ananda Bagus Wirahadi Kusuma, lahir di Bojonegoro-Jawa Timur pada tanggal 19 Januari 1998. Alumni di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Studi Agama-Agama. Pernah berproses di Teater Eska Yogyakarta.




