Pertemuan: H dan Puisi-Puisi Lainnya

12/05/2026

 

Pertemuan: H

Kekosongan membelenggu:
derai cemara di taman itu
dan gerimis di malam ini
menjadi satu dalam lingkar waktu 
yang tak pernah kita mengerti

Sedang angin yang membekukan jam dinding
membuat beranda kecil ini terabaikan begitu saja.

Di keheningan waktu
banyak yang tak pernah kita ketahui,
banyak pula rahasia yang disembunyikan cuaca
yang membuat kita bertanya-tanya tentang pertemuan ini

 

Catatan untuk Usia 27

Ada yang mengusik malam ini
diam-diam menelanjangi tubuhku
yang terkulai dan letih  
sebelum pada akhirnya lenyap di depan cermin

Ada yang hilang:
riwayat hidupku
dan sepatah kata yang melekat 
di relung hati

Jejak langkah yang menjelma nocturno
menjadikannya kelabu
di antara segala warna bayanganku sendiri

 

Epilog: H

Rumah sepi:
jendela rusak,
dinding retak,
dan cuaca memberat ke arah sepia 

Tak ada yang ingin berdiri di depan cermin, 
mengetuk-ngetuk meja 
ataupun menyanyikan lagu balada 
sebab hanya ada satu lampu temaram
di atas buku tua 
yang ditinggalkan pemiliknya;
Aku hanya memandang semuanya dengan tatapan kosong

 

Melankolia Memories

Dari kiri ke kanan
perputaran waktu semakin berat;
epilog malam pun pergi tanpa musabab

Di ruangan kecil ini
dingin masih bersonambulis 
dan catatan itu sekarang terbakar;
suara burung di luar sana
pelan-pelan lenyap seperti semula

Yang tertinggal hanya doa;
dendam sunyi yang bersembunyi di balik waktu
dan aku tersenyum sambil membuka buku

 

Sunyi

Sunyi:
angin yang berbagi dingin,
batu berlumut di persimpangan sungai, 
waktu yang berhenti setelah subuh berkumandang

Di tengah lorong yang panjang
upacara kelampauan sedang dikenang
dan satu cinta di kening 
bersembunyi di dasar keheningan,
lalu cahaya pagi
memekarkan daun layu setelah hujan  

 

Ananda Bagus Wirahadi Kusuma, lahir di Bojonegoro-Jawa Timur pada tanggal 19 Januari 1998. Alumni di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, jurusan Studi Agama-Agama. Pernah berproses di Teater Eska Yogyakarta.