Mereka yang Gugup di Wajah Lain

05/05/2023

 

Malam Pementasan

Kepada punggungnya sendiri mereka bahagia

dan berkata; semalam suntuk merumuskan pertunjukan

akar dan sabit

ke tenggara sementara pertemuan milik bersama, seperti desis mantra.

Bulan masih mampir di sudut pementasan

dengan gemerlap

dan berkata acuh

sementara mereka saling berbagi takar

warna orange

berubah ke selat tanpa segulung kertas

di mimpinya berbuah angan yang menggebu-gebu.

 

Bangkalan, 2022

 

 

Mereka yang Gugup di Wajah Lain

Di lekung wajahnya yang berpamitan mesra di ufuk timur

berkata tiada susur sungai yang mengaliri walaupun sudah diserang

tetap saja hari digaungkan milik mereka berdua yang gugup tampian rumah

nyengir ikan-ikan menginginkannya maut berhenti yang hampir tiba

atas dasar apa wajah itu tidak lagi memiliki dimensi

coba saja rasanya dan cekung wajahnya tak ubahnya kota yang tertimbun bunga

pada ketinggian waktu satu setelah semua usai meneguk

lewat sajaklah bumi kembali berisyarat dengan kata milik kita

kembalikan dan masihkah kau ragu-ragu sampai ranum itu menjelma waktu berhenti

sehingga apa yang disebut adalah duniawi

meronta ke dalam tubuh sendiri

dan "Masing-masing beringsut kelam dan merinci lama jika ramuannya sedikit basi." Ucapnya.

 

Bangkalan, 2022

 

 

Kepincut Asa dan Muara di Stadion Bangkalan

Di stadion, orang-orang menyisakan jejak wajahnya tertegun

dari perjalanan sepanjang tumbuh kembang kepada nestapa suaramu bermimpi matahari

ke bilik waktu berdoalah untuk mereka mengemas sajak puisinya

atau siasati kemenangan yang senantiasa melubangi perjalanan mimpi geleri yang dipajang.

Di tembok pahala, boleh aku tanya sampai yang disyukuri? Tau-tau kepalamu terbuat dari optimistis

manakala semua membeli harga, kau sebut pedagang brilian

kadang-kadang penyanyi memilih irama yang teratur untuk mengelabuhi pendengar

namun, seketika tubuhmu terkepal kembali

dan di tangannya lakon musim dan tak semudah orang merasakannya berkali-kali.

 

Bangkalan, 2022

 

 

Sirna Sudah Perubahan

Malam ini ada sinema

tentang tahun lalu

bagaimana saling beradu

dan kembali memulai ulang

inilah jadinya ketika ada perubahan

lebih menghargai atas berlama-lama pada tahun

dan satu kesempatan lengah

Bunga mereka menampi sendiri, namun tiada tahu

aroma yang sedang ia rawat

berkali-kali dan ditelaah

Atau lupa atas apa yang dimaksud

dan disepakati, setiap manusia

memang begitu

jika terlanjur menikmati

“Hidup itu bukan urusan sendiri”

dan berkata; wahai inilah mengapa terjadi?

Entahlah, semua hanya tentang tahun dan caranya

buah yang jatuh justru kebetulan untuk pergi dari angin.

 

Bangkalan, 2022

 

 

Pemulung

Ia menemukan orang tua renta

mengumpulkan hidup burung bersarang

selembar tangan memuja anak kecilmu

mengucurkan peluhnya bahagia bersama.

tersisalah kita di sarang masing-masing.

 

Telang Indah, 2023

 

 

Muhammad Zayyad, lahir di Sumenep. Gemar menulis puisi dan naskah film. Saat ini aktif sebagai kepala divisi sastra UKMF Kesenian ABStra Bangkalan.

Ig: zymakeen