Ia Terjebak dalam Labirin Kenangannya Sendiri, dll.

18/05/2022

Ia Terjebak dalam Labirin Kenangannya Sendiri

 

Di bawah rembulan yang bersinar,

Lelaki itu sibuk menghitung detik yang berdetak.

Menatap langit-langit yang hampa.

Mengeja rindu-rindu yang berceceran.

Merapalkan nama-nama yang hilang.

Dan mengingat-ingat suara yang tak lagi datang.

 

Ia terjebak dalam labirin kenangannya sendiri.

 

 

Terpenjara pada Jeruji Kesendirian

 

Hilang keangkuhannya.

Keras kepalanya, kekar pundaknya

Tajam matanya, tegap jalannya

Tersapu oleh air yang menetes membasahi wajahnya

Melepas kepergian senja yang terhempas terbang di antara langit-langit jingga.

Menuntunnya pada ruang-ruang kekosongan

Memenjarakannya pada jeruji kesendirian.

 

 

Kamu Tumbuh dan Mekar di Tanah yang Baru

 

Semakin tinggi kumendaki,

Hingga langit tinggal sejengkal

Bayanganmu masih ikut mengiringi.

Semakin dalam kumenyelam,

Hingga dasar gelap dan dingin

Sosokmu terus menghantui.

 

Ingin kuumpat kau dengan makian.

Kau pergi seenaknya dengan meninggalkan akar yang tak kau cabut terlebih dahulu.

Masih tertancap dan membiarkannya tetap tinggal.

Namun kamu, tumbuh dan mekar di tanah yang baru.

 

 

Reynaldi, atau sering dipanggil Rey/Aldi. Dia juga aktif di berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dengan nama @reynaldi_alfarisi dengan kontak whatsapp: 0888-0630-0821