Di Jalan Berbatu, dan Lain-Lain

17/03/2023

Membayangkan Wajahmu

 

Membayangkan wajahmu yang semrawut

Dengan rambut kusut-masai

Berjalan ke arah hulu sungai

Kau panggul waktu di punggung yang berkerut

Tubuhmu pandai menyembunyikan luka

Tak ada sesiapa tahu keberadaannya

Membayangkan wajahmu yang semrawut

Menyusuri tanggul mencari rumput

 

3 Januari 2020

 

 

Di Jalan Berbatu

 

Kemudimu mencari jejak kepastian

Di jalan berbatu menuju kota harapan

Sebelum sampai tol dan pelabuhan, kita

Berjabat tangan, menyalami doa ibu bapa

 

4 Januari 2021

 

 

Menangis

 

Gerimis jatuh, mengalir

Menyusuri kedua lembah wajahmu

Bermuara di kedua sudut bibirmu

Yang masih saja ragu untuk berucap

Selamat jalan kekasih,

Semoga di sana, engkau lupa rasanya perih

 

5 Januari 2021

 

 

Kening

 

Di keningmu yang kemuning

Senja mengadukan kesah

Akan hal yang tak bisa dia baca

Meski dengan terbata-bata

Lalu maghrib tiba, diantar kumandang azan

Makin pekat gelap dan kelabu

Hingga jatuh rindu di pangkuan ibu

Masih belum bisa terbaca, tanda-tanda pertemuan itu

 

6 Januari 2020

 

 

Sebuah Pesan

 

Telepon berdering di sudut suara

Kuterima pesan. Kubuka diam-diam

Sambil menutup pintu dan jendela

Semoga burung-burung dan kicaunya

Yang berdentang sepanjang zaman

Tak ikut mengulur pandangan

Kubaca lirih, di hati dalam-dalam

Sebuah pesan dari Ibu:

“Bagaimana kabarmu di perantauan?”

 

7 Januari 2021

 

 

Biodata Penulis

Imam Khoironi. Lahir di desa Cintamulya 18 Februari 2000. Masih mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Raden Intan Lampung. Punya cita-cita jadi terkenal. Tidak terlalu suka seafood dan kucing. Penggemar mi ayam dan bakso garis keras ini suka nulis puisi, cerpen kadang-kadang juga esai.

Buku puisinya berjudul Denting Jam Dinding. Karya-karyanya pernah dimuat di berbagai media online seperti Simalaba.com, duniasantri.id, negerikertas.com, ceritanet.com, nongkorong.co, dan lainnya. Dan media cetak seperti Malang Post, Riau Pos, Radar Mojokerto, Banjarmasin Pos, Bangka Pos, Denpasar Post, Pos Bali, Bhirawa, dan lainnya. Puisinya masuk dalam buku Negeri Rantau; Dari Negeri Poci 10 dan banyak antologi puisi lainnya.

Ia bisa di-stalking di Facebook: Imam Imron Khoironi, YouTube channel: Imron Aksa, Ig: @ronny.imam07 atau di www.duniakataimronaka.blogspot.com.