Wangi Terre D’hermes dan Puisi-Puisi Lainnya

17/06/2026

 

Irma *)

Irma tak sedang bernujum 
saat berdepandepan Dadan
ia katakan, kalau begini 
presiden bisa mencopot

tentu itu ucapan luncur
dari pandang tak lamur 

Irma tak sedang menakuti 
suatu saat BGN akan ditinggalkan
karena tahu soal MBG yang sepadan 
antara gizi dan makanan basi

sengkarut kelola MBG di bawah 
sampai ada isu jual beli titik 
hasilnya aduhai berlimpah 
satu miliar perhari katanya

Irma bukan ahli nujum
tapi jauh di depan sudah tertera 
Dadan diangkut ke kejagung 
sebelumnya dicopot jabatannya

Irma bukan Nabi Yusuf
mampu baca mimpi
ini sebab ia paham
ada salah mengelola MBG

Irma tidak sedang meramal 
kalau ia mengatakan,
prabowo akan pecat dadan
sebab MBG untuk keruk keuntungan

4 Juni 2026
*) Irma Suryani Chaniago

 

Banyak Canda ke Bulu Roma

banyak canda ke bulu roma,
eh salah, banyak jalan menuju roma
bersama rombongan nikmati Eiffel
kelilingi Paris sambil mengirisiris
boleh lupa dengan negeri agraris

banyak cara sampai ke bolu roma,
eh salah, banyak jalan menuju roma 
beli oleholeh keju eropa 
tak peduli di saku hanya ada serupiah
yang penting bisa foto di manamana

banyak senyum di kota roma 
ada yang menangis dikira terpesona
padahal sedih pada tanah airnya 
yang kini tak jelas adilnya tak merata 

sapi dibeli dengan uang negara 
dikirim ke rakyat bilang berderma
siapa saja yang ikut rombongan 
siap membela setiap ada kritikan

2 Juni 2026

 

Akulah Jalan 

akulah jalan, katamu seperti kubaca
ucapanmu di sebuah buku
maka aku pun sampai di roma;
langit seperti tanpa malam – seluruhnya 
siang, begitu benderang – walau 
aku paham banyak jalan menuju sana
dan aku pilih yang kau tunjukkan 
: berliku, bukitbukit, rawa, atau lurah

banyak jalan menuju roma, katamu,
akulah jalan satusatunya untuk 
sampai ke sana. tiada yang paham
diamdiam aku ada di belakang 
dan senantiasa menyimak telunjukmu
dan derap langkahmu,

“sebab aku tak ingin tersesat 
di kota yang hanya ada siang
dalam terang dan aroma parfum,”
kataku di telingamu 

sambil kubiarkan buku itu 
tetap terbuka. tak lagi kubaca

2026

 

Wangi Terre D’hermes

ribuan sapi jantan yang kau kirimkan 
tanpa perlu sentuhan tangan 
sebab kau sudah tinggi terbang 
kucium asam keringat tumpukan 
uang yang terlilit di kutang 
ataupun celana dalam 
                  para jantan 
yang terseokseok di jalan   
atau pekerja hingga malam

seribuan sapi jantan kau kurbankan
di pagi yang bagiku sangat perih 
merawat perasaan, pilu bertumpuk
seperti bukan sapisapi itu jadi kurban 
tapi aku yang kelewat tergoda 
mana bau apak mana pula wangi tubuh
                      yang berlabuh 
menjadi kecewa 
luka yang bertalu

sementara nun di sana 
aku saksikan bintang bagai meteor 
wangi Terre d’Hermès berkelebat 
serupa cahaya dan petaka

Lampung, Kamis 28 Mei 2026; 13.53
 

 


Isbedy Stiawan ZS adalah sastrawan Indonesia asal Lampung. Pada 2025, 3 bukunya terbit yakni Kitab Puisi Esai Elegi Galian Tambang,  Kumpulan Puisi Satu Ciuman, Dua Pelukan (Januari 2025), dan Menungguku Tiba (Juni 2025), Kenduri Sumatera (Januari 2026), dan kumpulan esai Noel di Jalur Whoosh, dan Catatan Lain (Februari 2026). Beberapa buku puisinya dinobatkan sebagai buku pilihan Hari Puisi Indonesia, Rainy Days, 5 Besar Badan Bahasa Kemendikbud RI, dan 5 Besar Majalah Tempo.Puisi “79” sebagai juara I Lomba Cipta Puisi Tingkat Asean (2024), dan puisi “Wadas, Apakah Kita Masih Satu Tanah Air”  juara II Lomba Cipta Puisi Esai Asean di Sabah, Malaysia (2025).***