Judul: Aku, Tuhan, dan Pintu
Penulis: Velani Lelerang
Ukuran Buku: 13 x 20 cm | 160 hlm.
Kategori: Novel
Tahun: 2026
Kisah ini bukan kisah tentang kepahitan, melainkan kisah tentang kebangkitan. Kebangkitan hati, kebangkitan mental dan kebangkitan kerohanian.
Kisah ini membuat percaya kembali bahwa ada selalu jalan untuk keluar dari dalam rasa terpuruk dari pengalaman yang sebelumnya tidak diinginkan hadir dalam kehidupan.
Seorang perempuan yang dengan segala beban ganda dan berlipat dalam realitas sosial mampu untuk menuliskan tumpahan isi hatinya melalui tulisan yang sederhana ini. Tulisan yang pernuh kesederhanaan namun mengandung beribu pelajaran hidup sebagai perempuan yang harus bangkit tanpa ada yang membangkitkannya, melainkan dirinya sendiri.
Kisah dari buku ini bukan hanya menggambarkan dirinya sendiri, ia menggambarkan dirinya dan perempuan lainnya dengan kisah yang kurang lebih sama. Dan dalam menulisnya, saya bisa merasakan ajakan yang sama untuk bangkit, tumbuh dan menjadi perempuan yang berpikir setara untuk membangkitkan perempuan lainnya dengan pengalaman yang sama. Saya berharap buku ini justru bukan hanya dibaca oleh perempuan-perempuan dengan pengalaman hidup dan tantangan kehidupan yang sama, melainkan dibaca oleh berbagai pihak untuk menyeleraskan pandangan bagaimana kesetaraan terhadap perempuan harus diselesaikan dari pikiran, cara pandang dan dengan memiliki rasa hormat terhadap sesama manusia. Bukan karena “aku” laki-laki maka “aku” mengasihani perempuan. Bukan karena “aku juga” perempuan sehingga “aku juga” memperlakukan perempuan lain dengan baik. Tapi, karena rasa hormat dan rasa setara yang sejak awal telah ditanamkan di pikiran masing-masing.
Dan buku ini dari setiap bagian ceritanya, meminta setiap kita manusia untuk memiliki “rasa hormat” itu.
The past will never defines who we are, but who we want to be.