Judul: Impiah Noktah Raya Pemikiran dan Perjuangan Wempi W. Mawa: Membangun Daerah Terpencil Pedalaman-Perbatasan Indonesia
Penulis: Waliyunu Heriman
Penyunting: M. Supri & Machmud Bali
Buku: 180 halaman | 14,8 x 21 cm
Tahun: 2025
Anak laki-laki itu dipanggil Wempi. Nama panjangnya Wempi Wellem Mawa. Nama ‘Wellem Mawa’ dibubuhkan ayahnya Pdt. Wellem Mawa Ukab. Dalam bahasa Lundayeuh “mawa” artinya “cinta”. Ibunya, Halina Daring, melahirkan Wempi pada 8 Juli 1974 di Desa Pelita Kanaan—sebuah desa yang didesain pemerintah sebagai pemukiman penduduk migran dari pedalaman atau hulu Sungai Mentarang.
Orang-orang pedalaman memandang Malinau sebagai kota. Meskipun belum sepenuhnya menjadi kota sebagaimana Tarakan atau Tanjung Selor. Pandangan itu melahirkan nama desa berikut kecamatan, Malinau Kota. Desa Malinau Kota mejadi tempat kedua Wempi tinggal bersama keluarga.